Better to write for yourself and have no public,
than to write for the public and have no self
-Cyril Connolly-

Friday, March 4, 2011

Ganas? Kurang ajar? Memang kurang di ajar.

Tadi saya buka balik akaun Friendster saya. Tak boleh delete itu akaun. Harap Friendster pun tidak ditutup. Tapi tadi, serius terpinga-pinga saya dibuatnya. Jadi kuno rasanya. Berubah habis. Totally different than before. Game pun dah ade seyh. Bagus-bagus. Cuma wall masih tak dapat menandingi wall FB. Sila berusaha lagi.

Saya dah jadi sopan. Lol. Tak sopan mane. Tapi nak dibandingkan dengan penggunaan ayat saya lebih dari 3 tahun lepas... erk. Saya sendiri pun terkejut. Saya ke yang tulis komen-komen ni semua?? Ape teruk benar saya neh?

No wonder la.. Orang tak anggap saya perempuan. Sedih? Tak. Sucks je rasanya. No wonder la. Kawan saya tanya orang Johor memang kasar ke bahasanya. ok. Maaf. Baru saya faham.

Saya rasa sedih. Sedih sangat. Kenapa saya macam itu? Kenapa kawan saya memahami sangat? Kenapa tak tegur? Ceh salahkan orang pulak kan. Haha. Sendiri yang tak sedar nak salahkan orang. Yang best nya, kawan saya balas komen, tak de la kasar mane bahasa. Kenapa saya? T to the E to the R to the U to the K.

Mungkin saya masih budak-budak kut dulu. Bukan mungkin. Memang pun. Harus. Kiranya sekarang ni dah matured ke? Tak. Belum lagi. Masih belajar. Bagi saya, maturity itu seasonal. Bertindak ikut keadaan. Boleh tak? Janji survive. Lol.

I don't hate the past me. Me in the past, did not have a clue how the universal cruelty changed her so damn much. More, i miss her. The shy me. The quiet me. The sensitive me. The considerate me. The smile-to-anyone me. And the me who listen.

Damn. I changed too much. Now what?


CLOSE my eyes??


Photobucket

0 chiLLin':

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...